Senin, 04 April 2011

Bau Badan Banyak Dipengaruhi Makanan


Bau Badan Banyak Dipengaruhi Makanan
WASPADALAH bagi orang yang terlalu banyak mengeluarkan keringat. Sebab, bisa jadi orang tersebut mengalami hiperhidrosis yang timbul akibat kerja kelenjar keringat terlalu aktif. Sepintas, memang banyak orang yang kurang memperhatikan gejala seperti ini sebagai kelainan. Sebab, tidak sedikit orang mengeluarkan keringat dalam jumlah banyak.
Namun jika ditelaah, keringat berlebih tetaplah membuat fisik kurang nyaman. Demikian pula secara emosional. Seseorang menjadi kurang tenang saat bekerja atau melakukan aktivitas lain. Keringat berlebih, terutama pada ketiak, akan memancing bakteri berkembang biak. Bakteri inilah yang menyebabkan ketiak menjadi bau. Tubuh mempunyai dua jenis kelenjar keringat yaitu accrine dan apocrine.
Kelenjar accrine terdapat diseluruh tubuh dan berhubungan langsung dengan kulit. Ketika suhu tubuh meningkat, sistem syaraf pusat merangsang kelenjar ini untuk mengeluarkan cairan ( keringat ) ke permukaan kulit untuk mendinginkan tubuh. Sedangkan kelenjar apocrine terdapat pada folikel rambut dikulit kepala, ketiak dan genitalia. Saat stres, dinding tubuh berkontraksi dan mendorong keringat ke permukaan kulit. Biasanya, jika keringat yang dihasilkan kelenjar apocrine bereaksi dengan bakteri, akan muncul bau kurang sedap.
Darimana bau badan berasal? Pertanyaan ini kerap menimbulkan banyak perdebatan yang membahas kenapa bau badan seseorang bisa cukup menyengat, sementara pada orang lain tidak terlalu berbau. Dikutip dari Hoswtuffworks, bau badan sebenarnya disebabkan bakteri pada kulit yang mengolah gula dan protein dalam keringat. Jadi, bau badan berkaitan erat dengan sesuatu yang kita makan. Beberapa makanan sering menyebabkan badan berbau :
1.       Bawang
Bawang putih dan bawang bombay sering dianggap sebagai penyebab timbulnya bau badan tidak sedap. Anggapan itu tidak salah, karena dua bumbu makanan ini memiliki zat volatile sulfurous. Zat ini menahan bau bawang tetap menempel selama berjam-jam setelah dimakan.

2.       Kunyit
Kunyit juga mengandung senyawa volatile yang dikeluarkan tubuh melalui keringat. Senyawa ini terserap darah dan paru-paru setelah pencernaan, sehingga tidak hanya menimbulkan bau badan, tapi juga bau mulut tak sedap.

3.       Daging Merah
Selain bumbu masakan, daging merah ternyata juga berkontribusi menyebabkan bau badan tak sedap. Sebuah studi yang diterbitkan jurnal Chemical Senses menemukan, orang yang menjalankan hidup vegetarian memiliki aroma badan lebih enak, menarik dan lebih sedikit menimbulkaan bau badan tak sedap dibandingkan dengan yang banyak mengkonsumsi daging.

4.       Makanan Pedas
Satu lagi yang dianggap sebagai penyebab bau badan adalah makanan pedas. Sebenarnya, makanan pedas tidak mempunyai aroma spesifik yang menimbulkan bau tak sedap. Tapi, makanan pedas meningkatkan suhu tubuh sehingga produksi keringat bertambah banyak. Semakin banyak keringat dikulit, maka bakteri akan semakin betah. Saat bakteri bercampur dengan keringat, bau badanpun akan semakin menyengat.

5.       Beberapa bahan makanan lain yang berpotensi menimbulkan bau badan di antaranya blue cheese, makanan hasil fermentasi seperti asinan, tape, acar, kol dan cuka.

6.       Kendati menjadi biang bau, makanan tersebut bukan berarti harus dihindari semua. Makan tersebut cukup diimbangi dengan asupan makanan lain serta banyak minum air putih, makan sayur dan buah-buahan. Mandi dua kali sehari dan mengenakan deodoran juga bisa mencegah aroma kurang sedap.

Pada penderita hiperhidrosis sekunder, selain makanan, penyebabnya bisa bermacam-macam, antara lain obat-obatan. Beberapa antipsikosa yang digunakan untuk mengobati kelainan jiwa, morfin, tiroksin dosis tinggi serta obat pereda nyeri seperti aspirin dan asetaminofen termasuk diantaranya. Wanita yang memiliki masa menopause bisa mengalami hot flashes, dimana suhu kulit meningkat disertai keringat dan kegerahan. Hal ini terjadi karena penurunan kadar estrogen. Beberapa wanita menopause bahkan sering terbangun pada malam karena pakaiannya basah oleh keringat.
Keringat berlebih bisa juga terjadi saat seseorang dalam kondisi hipoglikemia, Kondisi ini bisa terjadi saat kadar gula darah rendah pada penderita diabetes yang mengkonsumsi insulin atau obat antidiabetes oral. Gejala awalnya adalah berkeringat, badan gemetaran, lemah, lapar dan mual. Hipoglikemia bisa juga terjadi setelah makan, terutama pada orang-orang yang telah menjalani pembedahan lambung atau usus.
Penyebab keringat berlebih lainnya adalah demam. Demam terjadi jika suhu tubuh naik sampai di atas batas normal. Demam juga bisa terjadi pada berbagai infeksi bakteri dan virus. Saat suhu tubuh mulai turun kembali, bisa disertai keringat berlebihan.
Kadang kelenjar tiroid menghasilkan sejumlah hormon tiroksin. Hal ini bisa menyebabkan penurunan berat badan, denyut jantung cepat atau tidak teratur, gelisah, peningkatan kepekaan terhadap panas dan juga keringat berlebihan.
Serangan jantung juga menyebabkan keringat berlebihan. Serangan tersebut terjadi jika aliran darah ke otot jantung berkurang. Gejalanya nyeri dada yang menyebar ke bahu, lengan atau punggung, sesak nafas dan keringat berlebihan. Tuberkolosis dan malaria juga merupakan salah satu gejala Tuberkolosis adalah berkeringat di malam hari.
Ada beberapa cara untuk mengurangi keringat berlebih. Misalnya mengatur gaya hidup, seperti makan tidak sembarangan, pemilihan pakaian dengan memperhatikan bahan. Tidak dianjurkan mengenakan pakaian dengan bahan nilon, poliester serta berikutnya mengontrol emosi.
Ada satu hal yang perlu diperhatikan bagi orang yang suka menggunakan deodoran. Jika memungkinkan, kebiasaan menggunakan deodoran diganti dengan bedak. Sebab, bedak jauh lebih aman. Deodoran dan produk sejenisnya dapat menyumbat saluran keringat, sehingga keringat yang membawa hasil metabolisme tubuh tidak bisa keluar. Akibatnya, hasil metabolisme menumpuk ditubuh. Termasuk sisa zat yang beracun. (http://endrogoblog.blogspot.com )

0 komentar: